Rukun Iman

Apakah iman itu? Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menerangkan: “Iman itu adalah engkau percaya kepada (Rukun Iman yang enam):

1. Iman Kepada Allah SWT.
Umat Islam Wajib mempercayai sepenuhnya tentang adanya Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, pencipta dan penguasa tunggal alam semesta, pemilik segala keagungan dan kesempurnaan.

Apa buktinya bahwa Tuhan itu Maha Esa? Untuk menjawab pertanyaan ini para ulama kalam mengetengahkan dalil yang dinamai dalil “tolak belakang”- dalam istilah aslinya disebut dalil “At-Tamamu“. Yakni apabila ada beberapa Tuhan (andaikan saja ada dua Tuhan), pasti akan terjadi bentrokan antar keduanya. Dan bisa dipastikan, masing-masing Tuhan ingin mengalahkan Tuhan yang lain. Akibatnya, apabila Tuhan yang satu, misalnya, berkehendak menciptakan alam semesta, sedangkan yang lain tidak, apa yang bakal terjadi? Bencana!

Timbul pertanyaan: apakah tidak mungkin kedua Tuhan itu berdamai dan bekerja sama dalam mewujudkan alam? Pertanyaan tersebut dijawab oleh Maturidi, seorang ulama kalam terkenal, bahwa kalau diantara Tuhan-Tuhan itu terjadi perdamaian kemudian kerjasama mewujudkan alam, hal itu menunjukan betapa lemah dan betapa bodohnya Tuhan-Tuhan tersebut. Berarti juga, mereka tidak berbeda dengan manusia yang saling kerja sama untuk mewujudkan suatu bangunan.

Dampak positif dari iman kepada Allah SWT dalam kehidupan manusia, menurut seorang pemikir Islam terkemuka dari Pakista, Abul A’la Maududi adalah:
1. Menghilangkan pandangan yang sempit dan picik.
2. Menanamkan kepercayaan terhadap diri sendiri dan pada harga diri.
3. Menumbuhkan sifat rendah hati, sikap damai, dan ikhlas.
4. Membentuk manusia berbudi luhur dan kesatria.
5. Menghilangkan sifat murung dan putus asa dalam menghadapi setiap masalah.
6. Berpendirian teguh, sabar, tabah, dan penuh optimis.
7. Menjadikan manusia patuh pada segala peraturan Tuhan.

2. Iman kepada Malaikat-malaikat-Nya. Allah memiliki makhluk gaib yang selalu bersujud dan bertasbih kepada-Nya sepanjang waktu, tanpa mengenal lelah, yakni para malaikat. Mereka juga taat dan setia menjalankan segala tugas dari Allah SWT. Ditegaskan oleh Allah SWT. “Mereka (para malaikat) takut kepada Tuhan mereka yang berkuasa atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan.” (QS. An-Nahl:50).

3. Iman Kepada Kitab-kitab Allah SWT. Allah SWT mewahyukan ajaran-Nya kepada para Nabi dan Rasul melalui perantaraan Malaikat Jibril yang terkenal dengan sebutan Ruhul Qudus. Wahyu-wahyu dari Allah SWT, kemudian dihimpun dalam bentuk suhuf (semacam brosur-brosur kecil), dan kitab. Nabi yang mempunya suhuf, antara lain Nabi Adam as. dan Syisst. Sedangkan Nabi/Rasul yang mempunyai kitab ialah Nabi Musa as. (Kitabnya bernama Taurat), Nabi Daud as. (Zabur), Nabi Isa as. (Injil) dan Nabi Muhammad saw. (Al-Quran).

Sebagai orang yang beriman kepada Allah SWT, kita wajib percaya sepenuhnya bahwa suhuf-suhuf dan kitab-kitab) tersebut benar-benar himpunan firman Allah SWT, bukan karangan para Nabi sendiri.

4. Percaya kepada Rasul-Rasul Allah SWT.
Untuk membimbing umat manusia ke dalam ajaran yang benar. Allah SWT menetapkan manusia-manusia pilihan sebagai utusan-Nya. Mereka adalah Nabi dan Rasul. Firman Allah SWT. “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Saba’:28). Jumlah nabi dan rasul yang perlu diketahui oleh umat Islam ada 25 orang-mulai dari Nabi Adam as. sampai Nabi terakhir Muhammad saw. Mereka wajib kita percayai sebagai utusan Allah SWT.

5. Iman Kepada Hari Kiamat. Kita haruslah percaya bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, sedangkan kehidupan yang kekal adalah di alam akhirat kelak. Nah sebagai tanda perpindahan kehidupan umat manusia dari alam dunia ke alam akhirat, Allah SWT. menetapkan adanya hari kiamat — hari berakhirnya kehidupan di dunia. Kapankah Hari Kiamat Tiba? Hanya Allah SWT sendiri yang mengetahui.

Rasulullah saw. sendiri hanya mengetahui tanda-tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang jelas, pada hari kiamat segala sesuatu yang ada di alam semesta ini hancur binasa, setelah itu para makhluk hidup yang telah mati dibangkitkan dari kuburnya untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatannya selama hidup di dunia. Firman Allah SWT. “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki oleh Allah SWT. Kemudian ditiup sangkakala sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).”

6. Iman kepada Qadha dan Qadar. Kita wajib percaya sepenuhnya bahwa dalam menciptakan umat manusia, Allah SWT menetapkan sekaligus usia, rejeki dan jodoh buat manusia tersebut. Dengan demikian segala sesuatu yang baik atau yang buruk datangnya dari Allah SWT. “Katakanlah (hai Muhammad), semua itu datangnya dari Allah SWT.” (QS. An-Nisa:78). Akan tetapi Allah SWT sendiri mendorong manusia untuk tidak menyerah begitu saja kepada takdir. Firman-Nya. “Sesungguhnya Allah tidak mengubah nasib suatu kaum, kecuali mereka mengubah diri mereka sendiri.”

Ditegaskan dalam Surat An-Nisa ayat 136: “… Barangsiapa mengingkari Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya ia telah sesat sejauh-jauhnya.”

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s