Karakter Orang yang Beriman

Sampai saat ini masih banyak umat Islam yang beriman baru sampai pada tahap pengenalan. Sebatas percaya pada Rukun Iman yang enam. Hanya mengikrarkan dengan lisan dan meyakini dalam hati. Padahal iman juga memerlukan penghayatan dan pengalaman. Mengapa? Sebab iman merupakan kepercayaan yang mutlak, meliputi ikrar secara lisan, keyakinan dalam hati, dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari. Sudah barang tentu iman yang demikian ini menuntut konsekuensi, perjuangan, dan pengorbanan.

Dengan demikian, tebal-tipisnya kadar iman seseorang bisa dilihat dari sepak terjangnya dalam kehidupan sehari-hari. Yakni sejauh mana orang tersebut mematuhi segenap perintah Allah SWT dan meninggalkan segala larangan-Nya. Sepak terjang seseorang yang mencerminkan kesempurnaan imannya adalah apabila ia mampu memperaktekkan seluruh cabang iman dalam kehidupannya sehari-hari.

Berapakah jumlah cabang iman seluruhnya? Dari Abu Hurairah ra. Nabi saw. bersabda: “Iman memiliki 60 atau 70 cabang lebih. Cabangnya yang paling tinggi adalah ucapan LAA ILAAHA ILLALLAAH (Tiada tuhan selain Allah). sedangkan cabangnya yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan yang terdapat di jalan. Sifat malu itu juga bagian dari cabang iman.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Cabang-cabang Iman tersebut, sebagiannya adalah,

  1. Beriman kepada Allah SWT.
  2. Beriman kepada Malaikat-malaikat-Nya.
  3. Beriman kepada Kitab-kitab-Nya.
  4. Beriman kepada Rasul-rasul-Nya.
  5. Beriman adanya Hari Kemudian.
  6. Beriman adanya takdir yang digariskan-Nya.
  7. Beriman adanya Hari Kebangkitan.
  8. Beriman adanya Hari dikumpulkannya manusia di Padang Mahsyar setelah dibangkitkan dari kubur.
  9. Beriman bahwa kembalinya orang-orang beriman adalah surga, dan tempat kembalinya orang-orang kafir adalah neraka.
  10. Beriman bahwa mencintai Allah SWT itu wajib.
  11. Beriman bahwa takut kepada Allah SWT itu wajib.
  12. Beriman bahwa mengharap ridho Allah SWT itu wajib.
  13. Beriman bahwa kita wajib bertawakkal kepada Allah setelah berusaha.
  14. Beriman bahwa mencintai Nabi Muhammad itu wajid.
  15. Beriman bahwa kita wajib mengagungkan dan menghormati Nabi Muhammad saw.
  16. Setia terhadap agama yang dianutnya. Orang yang demikian jika disuruh memilih antara mati dan menjadi kafir, akan memilih yang pertama.
  17. Mencari Ilmu adalah bagian dari iman.
  18. Menyebarkan Ilmu pengetahuan adalah bagian dari iman.
  19. Memuliakan Al-Quran adalah bagian dari iman.
  20. Bersuci (wudlu,mandi) adalah bagian dari iman.
  21. Menegakkan shalat adalah bagian dari iman.
  22. Mengeluarkan zakat adalah bagian dari iman.
  23. Berpuasa Ramadhan adalah bagian dari iman.
  24. Ber’itikaf (berdiam diri di masjid berniat ibadah) walau sejenak adalah bagian dari iman.
  25. Menunaikan haji adalah bagian dari iman.
  26. Berjuang/berjihad di jalan Allah adalah bagian dari iman.
  27. Siap berjuang dijalan Allah adalah bagian dari iman.
  28. Pantang mundur menghadapi musuh dalam pertempuran adalah bagian dari iman.
  29. Membagi harta rampasan perang kepada yang berhak adalah bagian dari iman.
  30. Memerdekakan budak adalah bagian dari iman.
  31. Membayar denda adalah bagian dari iman.
  32. Menghitung nikmat karunia Allah sambil mensyukurinya adalah bagian dari iman.
  33. Menepati janji adalah bagian dari iman.
  34. Memelihara lidah dari ucapan yang sia-sia adalah bagian dari iman.
  35. Menyampaikan amanah kepada yang berhak adalah bagian dari iman.
  36. Tidak melakukan kejahatan dan tidak membunuh orang adalah bagian dari iman.
  37. Tidak melakukan zina dan menjaga kehormatan adalah bagian dari iman.
  38. Memelihara diri dari harta yang diperoleh dengan jalan haram adalah bagian dari iman.
  39. Memelihara diri dari minuman dan makanan yang diharamkan adalah bagian dari iman.
  40. Tidak memakai segala sesuatu yang diharamkan – antara lain pakaian sutera dan bejana emas – adalah bagian dari iman.
  41. Menjauhi permainan dan hiburan yang bertentangan dengan ajaran Islam adalah bagian dari iman.
  42. Sederhana dalam membelanjakan harta dan mengharamkan memakan harta dengan batil adalah bagian dari iman.
  43. Meninggalkan sifat dengki, dendam, dan sejenisnya adlah bagian dari iman.
  44. Tidak menodai kehormatan orang lain dan menjauhi perbuatan menggunjing orang lain adalah bagian dari iman.
  45. Beramal dengan ikhlas adalah bagian dari iman.
  46. Gembira berbuat baik dan sedih berbuat jahat adalah bagian dari iman.
  47. Apabila menyadari melakukan dosa segera bertaubat adalah bagian dari iman.
  48. Mengadakan kurban (termasuk juga aqikah) adalah bagian dari iman.
  49. Taat kepada Pemerintah, adalah bagian dari iman.
  50. Memegang teguh pendapat Jama’ah – menurut sebagian ulama jama’ah ialah mereka yang berada di atas kebenaran, walau hanya seorang diri – adalah bagian dari iman.
  51. Mengadili orang lain dengan adil adalah bagian dari iman.
  52. Menyeru kepada kebajikan (amar ma’ruf) dan mencegah kemungkaran adalah bagian dari iman.
  53. Tolong menolong dalam kebaikan dan takwa adalah bagian dari iman.
  54. Memelihara sifat malu adalah bagian dari iman.
  55. Berbakti kepada ibu-bapak adalah bagian dari iman.
  56. Bersilahturahmi untuk memelihara hubungan baik dengan sanak saudara adalah bagian dari iman.
  57. Berbudi luhur, menahan amarah, dan rendah hati dalam pergaulan adalah bagian dari iman.
  58. Memperlakukan pembantu dengan baik adalah bagian dari iman.
  59. Memenuhi hak keluarga adalah bagian dari iman.
  60. Memperkokoh rasa cinta kepada semua umat Islam adalah bagian dari iman. …

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s